Trading Otomatis

Sejak trading forex online populer, maka perkembangan model dan cara trading juga terus meningkat. Dari yang manual, dalam arti kita secara langsung melakukan trading sendiri. Sampai sekarang ini yg mulai populer adalah dengan menggunakan Robot trading. Dan yang memiliki kemudahan dan cara kerja yg serupa dengan Robot trading adalah dengan model Auto Pilot.

Baiklah, mari kita pelajari satu-persatu:

1.Trading secara manual

Model trading ini adalah yg umum dan lama digunakan oleh para trader. Dimana individu trader yang bersangkutan melakukan trading secara human. Dia sendiri yg buka, close, ataupun memonitor.
Dari masing-masing model ini tentunya mempunya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Keuntungan trading manual:
- Keluwesan dalam merobah irama trading, karena bagaimanapun juga cara manusia/otak berpikir lebih responsif dibandingkan dengan robot.
- Dari segi biaya pasti lebih murah, karena tidak perlu menggunakan fasilitas/provider lain.
- Lebih cepat untuk merealisasikan suatu sistem trading.
Kerugian trading manual:
- Akan menyita waktu lebih banyak, karena mau tidak mau Anda harus memonitor(terus) pergerakan harga dan status transaksi open Anda.
- Anda harus terus mengembangkan knowledge dan ketrampilan trading Anda, terutama dalam analisa agar menjadi trader yg mumpuni.
- Kelemahan dari sisi human, dimana terkadang sistem trading yg telah direncanakan dilanggar aturannya karena dinamika emosi dan psikologi trader yg terpengaruh oleh berita-berita dan situasi.

2. Trading otomatis Dengan Robot Trading

Model trading ini lebih jarang penggunanya. Disebut Robot trading, karena model ini dapat beroperasi seperti Robot. Dengan menggunakan Robot Trading software/aplikasi dapat melakukan open sendiri, close sendiri, memberikan alert2 ke kita(email,suara,dsb). Seperti sekarang ini yg populer dalam model ini adalah platform trading Metatrader dimana robot tradingnya sering disebut dengan Expert Advisor(EA). Metatrader sendiri adalah aplikasi dasar yg disediakan oleh broker-broker forex untuk kita dapat melakukan trading forex. Nah, apabila Anda mau bersusah-susah lebih, Anda diberi fasilitas(bahasa pemrograman) dimana Anda bisa membuat/menambah Robot Trading yg Anda ciptakan menurus logis/sistem trading Anda.

Ada hal penting disini yg harus Anda pahami dan jangan sampai terbalik-balik. Bahwa Robot trading dibuat berdasarkan suatu sistem trading. Apabila sistem trading yg dijadikan landasan belum pasti stabil, teruji, dan profitable, maka membuat Robot Trading adalah sesuatu yg percuma saja.
Jadi jika sekarang ini Anda telah memiliki sistem yg teruji, bolehlah jika Anda berpikir untuk membuatnya menjadi robot(EA), tentunya dengan tujuan agar waktu luang Anda semakin banyak dan tidak setiap saat terus di depan monitor.

Persyaratan Untuk membuat sebuat Robot Trading:
1. Harus telah memiliki sistem trading yg teruji, stabil, dan profitable.
2. Untuk awal harus mempelajari bahasa pemrograman robot dari aplikasi yg kita gunakan. Seperti contoh apabila Anda menggunakan metatrader, maka yg harus dipelajari adalah MQL(Meta Query Langguage) yg merupakan bahasa koding Metatrader.
3. Bagi Anda yg sebelumnya memiliki dasar pengetahuan dan pengalaman sebagai programmer aplikasi komputer, akan lebih mudah dalam pembelajarannya. Karena MQL ini juga menggunakan struktur bahasa pemrograman seperti pada umumnya.
4. Mungkin bagi Anda yg menemukan aplikasi trading selain Metatrader, mereka akan memiliki sistem pembuatan Robot yg berbeda-beda.

Proses pembuatan robot ini bisa jadi kompleks dan lama. Karena nantinya Robot ini diharapkan mampu menerapkan apa yg menjadi sistem trading Anda(analisa, keputusan, nalar, logis) ke dalam aplikasi otomatis. Plus, Anda harus benar-benar mengerti pemrograman agar didapat robot yg semakin sempurna.
Yang mungkin menarik sekarang adalah, Ada EA/Robot trading yang sudah jadi. Dan ini diperjual belikan. Coba Anda bisa googling dan cari ‘robot trading’ atau ‘EA metatrader’. Anda akan menemukan banyak sekali disitu. Ada yg harganya sampai jutaan dan bahkan ada yg gratis(misal di forum2 forex).

>> Materi pelengkap : Robot Trading EA(Expert Advisor)

2. Trading Otomatis dengan Auto Pilot/Peer 2 Peer

Model trading ini berdasarkan fungsinya dapat dimasukkan ke jenis trading otomatis pula. Cuman jika menggunakan EA/robot maka faktor scripting lebih dominan.
Dalam model Auto Pilot/Peer 2 Peer ini semua jadi lebih mudah, karena signal/sistem trading sudah ada dan kita tinggal menentukan saja mana yang ingin kita terapkan atau ikuti. Beberapa broker yang memberikan fasilitas ini adalah:
- Alpari: di Alpari kita bisa mengikuti trading dari trader profesional(PAMM), atau dari koleksi sistem trading(Systematic), atau integrasi ke penyedia sinyal trading(ZuluTrade).
- AVAFx: Koleksi sistem perdagangan(Ava Auto Trader), atau integrasi ke penyedia sinyal trading(ZuluTrade).
- Zulutrade : Zulutrade sebagai penyedia signal trading bekerja sama dengan beberapa broker dimana sistem nantinya terkoneksi membentuk suatu sistem trading otomatis.

Jadi dalam trading otomatis model ini biasanya terdapat 3 faktor utama:
1.Broker
2.Trader(Anda)
3.Signal Provider(Trader lain, Sistem,dsb)

Trading Otomatis ini memiliki beberapa kelebihan:
1. Tidak terlalu menyita waktu. Anda cukup meluangkan sedikit waktu misal secara mingguan untuk mencari dan menganalisa suatu sistem trading, trader profesional mana yg bagus menurut Anda dan yg akan Anda terapkan dalam trading otomatis Anda.
2. Tidak memerlukan knowledge analisa forex(technical & fundamental), karena yg Anda analisa adalah performa dari sistem/trader/individu. Namun demikian knowledge umum tentang forex dan analisa tetaplah penting. Sebaiknya Anda tetap mendalami knowledge ini di waktu luang Anda.

Sedangkan kekurangan dari trading model ini adalah:
1. Kurang luwes, kita tidak bisa memutuskan kapan kita akan open transaksi. Jadi tinggal mengikuti saja. Namun ada beberapa sistem seperti di zulutrade kita bisa memutuskan untuk men stop/close transaksi jika kita tidak cocok dengan trading yg lagi jalan. Selain itu bisa pula memutuskan untuk stop/hold terhadap provider yg kita ikuti sekarang.
2. Biaya per trading yg lebih mahal, dikarenakan adanya komisi/bagian yg harus kita bayar terhadap sinyal provider/sistem.